Selasa, 27 Mei 2014

Prospek epigrafi Islam

Dari Diskusi Epigrafi Islam

        Ini adalah permulaan. Dari diskusi epigrafi Islam berjudul "Prospek Epigrafi Islam di Indonesia" di FIB UI 13 Mei 2014 yang lalu, dengan pembicara Drs Tawalinuddin Haris, M.Hum. dan saya sendiri, menyadarkan betapa khazanah ini masih tersembunyi, belum banyak dikaji oleh para sarjana muslim sendiri. Dalam sesi tanya jawab, seorang profesor arkeologi sempat bertanya, "Apa sumbangan epigrafi Islam terhadap historiografi (Islam) Indonesia?" Dia membandingkan dengan epigrafi Hindu-Budha yang telah berkontribusi besar terhadap historiografi Indonesia. Suatu pertanyaan yang menohok, sekaligus menyadarkan.
        Keadaan ini mengingatkan pada posisi sekitar 10 tahun lalu ketika naskah-naskah Islam Nusantara masih merupakan dunia yang tersembunyi dan belum dikaji oleh para mahasiswa dan dosen, bahkan di perguruan tinggi agama Islam (PTAI) sendiri. Keadaan sekarang sudah sangat jauh berbeda, dan filologi (Islam) telah menjadi mata kuliah di sejumlah PTAI.
Maka, setelah naskah, inilah bidang ilmu baru yang perlu dieksplorasi. 'Epigrafi Islam (Nusantara)' perlu dirintis untuk menjadi mata kuliah di PTAI ...
        [Kita perlu ngiri kepada Max van Berchem <http://www.maxvanberchem.org/en> yang telah mendokumentasi ratusan ribu inskripsi Islam di seluruh dunia!]


Nisan Malik as-Salih, Lhokseumawe, Aceh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar